KUDUS – 'Pusaran' Teater Kusuma Jagad MTs NU Banat Kudus menghadirkan pertunjukan teater yang sarat makna dalam Festival Teater Pelajar XVI yang diselenggarakan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Penampilan ini mendapat perhatian dari tiga dewan juri yang berasal dari luar kota dan memberikan beragam catatan serta apresiasi terhadap proses kreatif maupun totalitas para pemain.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah (Kamad) MTs NU Banat Kudus Ibu Nor Khusomah, S.P.,S.Pd.,M.Pd. menyampaikan apresiasi terhadap ketekunan para pemain dalam mempersiapkan pertunjukan. Tema yang diangkat serta kesungguhan seluruh pemain dinilai mampu menghadirkan warna baru bagi perkembangan seni teater, khususnya di lingkungan MTs NU Banat Kudus. Ucapan selamat dan sukses serta terimakasih kepada pemain, crew teater serta pembina (Ibu Noor Chamidah, S.Pd., Ibu Mega Kartika Jayanti, S.Pd., Ibu Reny Virnatun, S.Pd., dan Bapak Muh. Imam S.,M.Pd.) serta tim yang menyukseskan terselenggaranya teater di MTs NU Banat Kudus.
Penampilan Teater Kusuma Jagad tidak hanya mengandalkan kemampuan akting, tetapi juga menunjukkan keberanian para pemain dalam mengeksplorasi gerak, emosi, dan berbagai ekspresi di atas panggung. Totalitas tersebut menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam catatan dewan juri.
Salah satu catatan yang disampaikan menyoroti proses kreatif pertunjukan melalui ungkapan “catatan kecil proses kreatif”. Hal ini menjadi pengingat bahwa sebuah pertunjukan teater tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan kerja keras, eksplorasi, dan kesungguhan seluruh elemen yang terlibat.
Dewan juri juga memberikan perhatian terhadap rasa keterharuan yang dihadirkan dalam pertunjukan, termasuk keterkaitannya dengan buku sebagai salah satu unsur yang disebut dalam catatan penilaian. Dari sisi penampilan, totalitas para pemain dinilai menonjol, bahkan terlihat dari keberanian mereka melakukan gerakan fisik yang menantang, seperti berguling-guling di atas panggung demi mendukung kebutuhan adegan.
Menurut catatan dewan juri, teater bukan sekadar media untuk menghibur penonton. Lebih dari itu, teater menuntut kesediaan para pemain untuk melakukan berbagai upaya demi mewujudkan pertunjukan yang kuat dan bermakna.
Aspek dramatika juga menjadi perhatian, terutama kemampuan pemain membangun suasana yang beragam, mulai dari humor yang mengundang tawa hingga adegan sedih yang menyentuh perasaan. Perpaduan emosi tersebut menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan kepada penonton.
Pesan yang disampaikan melalui pertunjukan perlu hadir secara jelas dan memiliki makna. Dengan demikian, teater tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang penyampaian gagasan, perasaan, dan refleksi kehidupan.
Partisipasi Teater Kusuma Jagad MTs NU Banat Kudus dalam Festival Teater Pelajar XVI menjadi pengalaman berharga bagi para pemain untuk terus mengembangkan kemampuan dan memperkaya proses kreatif. Apresiasi serta masukan dari dewan juri diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menghadirkan karya-karya yang semakin matang.
Melalui ketekunan, keberanian bereksplorasi, dan totalitas dalam berkarya, Teater Kusuma Jagad diharapkan terus memberikan kontribusi bagi kemajuan seni teater di MTs NU Banat Kudus serta menginspirasi para pelajar untuk menjadikan teater sebagai media ekspresi, kreativitas, dan penyampaian pesan yang bermakna.